Home Others Belanja tapi Dapat Cuan? Jadi Online Personal Shopper Aja!

Belanja tapi Dapat Cuan? Jadi Online Personal Shopper Aja!

by Justin Sutanto
Ilustrasi profesi online personal shopper

Pernahkah kamu mendengar profesi online personal shopper? Sepertinya nama profesi ini masih belum banyak diketahui masyarakat Indonesia. Meskipun begitu, kamu bisa dengan mudah menemukan layanan serupa di Indonesia, meski tak disebut sebagai ‘personal shopper’ sebagaimana masyarakat negara lain menyebutnya.

Penasaran dengan detail job description profesi ini? Di artikel ini, kamu akan mengenal seperti apa detail profesi personal shopper, ada/tidaknya profesi ini di Indonesia, dan bagaimana prospek profesi ini sebagai sebuah bisnis.  

Job Description Online Personal Shopper

Ilustrasi pekerjaan online personal shopper

Tidak susah, kok, mengetahui apa yang dilakukan seorang online personal shopper. Sebab, nama profesinya pun sudah menggambarkan apa yang dilakukan oleh para pelaku profesi ini.

Kunci utamanya ada di kata ‘shopper’. Sebagai pelaku utama dari profesi ini, maka kegiatan shopping menjadi tugas utama yang harus dilakukan para personal shopper.

Barang seperti apa yang harus dibeli oleh si personal shopper? Tentunya barang yang sesuai dengan pesanan klien. Biasanya, barang yang dipesan adalah barang-barang branded. Maka dari itu, profesi ini dikenal sebagai opsi bagi para selebritas jika ingin belanja tanpa perlu datang ke store.

Tak heran, orang yang menjadi personal shoppers adalah mereka yang punya background fashion. Tidak jarang pula kamu akan menemukan personal shoppers yang bekerja sama dengan stylist sang selebritas—apabila mereka direkrut secara pribadi. 

Di luar negeri, online personal shopper juga bisa memfasilitasi kamu untuk belanja kebutuhan lain—tak hanya barang-barang branded. Misalnya, belanja kebutuhan rumah atau groceries (bahan makanan). Bahkan mereka pun bisa kamu kerahkan untuk mencari sebuah barang secara online.

Biasanya, personal shopper ini merupakan bagian dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembelanja pribadi. Akan tetapi, banyak juga, kok, personal shoppers yang tidak terikat dengan perusahaan mana pun—alias menjalankan profesi ini secara freelance.

Dari Mana Online Personal Shopper Dapat Uang?

Sebelum membelikan barang yang masuk pesanan, seorang personal shopper harus membuat kesepakatan fee jasa dan metode pembayaran dengan kliennya. Apabila online personal shopper tersebut merupakan bagian dari sebuah perusahaan, maka urusan fee dan metode pembayaran sudah ada yang mengurusnya. 

Apakah ada patokan tertentu untuk harga layanan yang diberikan? Sebenarnya sih tidak ada. Hanya saja, biasanya harga akan ditentukan dari tingkat kesulitan untuk menemukan barang yang dicari.

Misalnya, kamu diminta klien untuk membelikan gadget X keluaran terbaru limited edition. Untuk menentukan fee yang perlu dibayar, kamu perlu tahu sebesar apa usaha  yang perlu kamu kerahkan dalam mendapatkan barang tersebut. 

Sebagai contoh, pertanyaan berikut bisa jadi guide kamu dalam menentukan fee jasa personal shopper:

  • Apakah kamu perlu pergi ke luar negeri untuk mendapatkan barangnya? 
  • Apakah kamu perlu susah-susah antre?
  • Perlukah skill tertentu untuk mengenali barang yang cacat, rusak fisik, atau palsu?
  • dsb.

Apakah di Indonesia Ada Profesi Serupa?

Sejauh ini, Indonesia masih belum memiliki perusahaan yang khusus menyediakan jasa pembelanja pribadi (online personal shopper). Namun, jika diperhatikan lebih detail, sebenarnya praktik pembelanja pribadi ini sudah banyak diterapkan di masyarakat—tak hanya di kalangan selebritis dengan permintaan belanja barang-barang branded-nya

Sebagai contoh, kamu bisa meminta tolong pada layanan ojek online untuk membelikan barang kebutuhan kamu. Atau mungkin kamu menyuruh seseorang  untuk belanja sayur mayur di pasar. Nah, layanan seperti ini punya prinsip yang diterapkan personal shoppers, bukan? 

FYI, layanan personal shoppers di luar negeri—terutama yang ditangani oleh perusahaan tertentu—sering kali menyediakan aplikasi khusus yang membantu pengguna jasa dalam memberikan instruksi detail tentang barang yang dicari. 

Meski terbatas hanya untuk beberapa kategori produk tertentu, penggunaan aplikasi ini dapat meminimalkan kesalahan pencarian barang yang dilakukan oleh para personal shoppers.

Personal Shoppers: Samakah dengan Jastip?

Mungkin kamu penasaran juga dengan pertanyaan yang satu ini. Samakah jasa personal shoppers dengan bisnis jasa jastip

Ternyata, keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Sebab, jika personal shoppers hanya melayani satu klien saja untuk sebuah job belanja tertentu, jastip alias jasa titip pada umumnya melayani lebih dari satu klien dalam satu waktu. Tak hanya itu, barang-barang yang dibeli lewat jasa personal shopper biasanya bukan barang ‘ecek-ecek’.

Bisa Jadi Ide Bisnis Juga, lho!

Ilustrasi bisnis online personal shoppers

Karena masih belum ada perusahaan yang secara khusus memberikan layanan serupa, kamu bisa menjadikan profesi ini sebagai sebuah ladang cuan, lho! Kamu bisa menjalankannya secara freelance atau bahkan mendirikan startup jasa yang bergerak di bidang tersebut. 

Sebelum mulai mendulang cuan dari profesi ini, kamu harus belajar banyak dari sistem bisnis online personal shoppers yang ada di luar negeri. Dengan demikian, bisnis yang akan kamu lakukan bisa lebih terstruktur. 

Nah, itulah beberapa hal terkait online personal shopper yang perlu kamu ketahui. Berminat untuk memulai bisnis dan menggaet para personal shoppers seperti yang sudah banyak dijumpai di luar negeri? Bisa banget!

Related Posts

Leave a Comment