Home Pakai Modal Cara Bangun Personal Branding (On and Off Social Media)

Cara Bangun Personal Branding (On and Off Social Media)

by Justin Sutanto

Kamu pasti tidak asing lagi dengan istilah “personal branding”. Hampir di semua seminar juga pelatihan pengembangan karir atau bisnis, dua kata tersebut dapat dipastikan muncul. Lantas, apa sih sebenarnya personal branding? Apa manfaatnya? Kemudian, bagaimana cara membangun personal branding yang tepat? 

Semua pertanyaan di atas akan dibahas secara lengkap pada artikel ini. Yuk, simak dan pelajari dengan teliti!

Definisi Personal Branding


Di beberapa tulisan, personal branding banyak diartikan secara literal dalam Bahasa Indonesia sebagai “citra diri”. Namun, bila dikaji secara mendalam, istilah personal branding mengandung makna yang cukup kompleks. 

Dalam proses personal branding, kamu sesungguhnya tidak hanya berfokus pada satu aspek saja, melainkan banyak aspek, contoh potensi/keterampilan (skill), nilai pembeda dari individu lain/nilai unggul (value), dan kepribadian/perilaku (behavior). 

Pada akhirnya, penciptaan personal branding akan bermuara pada penggunaan beragam aspek tersebut untuk membentuk persepsi publik/masyarakat umum terhadap diri atau bisnismu kearah yang lebih positif. Sehingga, secara tidak langsung bisa membantu kamu “menjual atau memasarkan” dengan lebih mudah dan profesional.

Manfaat Personal Branding


Proses pembentukan citra positif ini tidaklah singkat. Akan tetapi, hal itu sepadan dengan manfaat yang ditawarkannya, yakni membangun kredibilitas, memperluas jaringan pekerjaan juga pertemanan, memiliki nilai jual berdasarkan keahlian, terlihat berbeda dari kompetitor, meningkatkan rasa kepercayaan diri, lebih memahami kebutuhan untuk berkembang lebih baik, dan sebagainya.

Ingin mendapatkan semua manfaat tersebut? Jalankan personal branding segera!

6 Cara Sukses Membangun Personal Branding (Di Media Sosial Maupun Kehidupan Sehari-Hari)


Bila ingin mulai membangun personal branding-mu, pastikan kamu memasukkan media sosial sebagai aspek pendukung. Mengapa? Karena, saat ini, manusia hidup dalam dua dunia, yakni maya dan nyata. 

Sebisa mungkin, selalu tampilkan kebenaran di dua dunia tersebut. Sehingga citramu akan selalu terlihat positif di mata umum dari sisi mana pun. Lalu bagaimana caranya? 

1. Tetapkan Values (Nilai Unggul) Yang Ingin Disampaikan Ke Publik.

Cara membangun personal branding pertama dan utama adalah menentukan setidaknya tiga nilai unggul dari diri/bisnismu. Untuk diketahui, values di sini lebih mengarah ke substansi abstrak, yakni suatu hal penting buat dirasakan oleh publik.

Sebagai contoh, seorang YouTuber sukses menyatakan bahwa tiga hal unik dari brand-nya adalah real (nyata), inviting (menarik), dan valuable (penting).

Nah, apakah kamu sudah mengetahui apa saja keunggulanmu dibandingkan kompetitor? Jika belum, buatlah daftarnya!

Ingat! personal branding adalah semua hal tentang dirimu sebagai individu, bahkan bisnismu secara menyeluruh. Oleh karena itu, cobalah menggali lebih dalam supaya menemukan jawabannya. 

2. Cukup Maksimalkan Dua Jenis Media Sosial Guna Membangun Profil Positif Diri.

Tak perlu ngoyo buat memanfaatkan semua media sosial yang kamu punya, mulai dari Twitter, Facebook, Instagram, YouTube, hingga Pinterest. Cukup fokus pada dua media sosial saja.

Pertama ialah jenis media sosial yang berfungsi untuk memuat konten video panjang nan kompleks penuh nilai dan penjelasan, misal YouTube. Lalu, media sosial kedua berperan sebagai sarana untuk menciptakan keterikatan antara kamu dan pengikutmu, contoh twitter.

3. Selalu Bersikap Jelas dan Konsisten. 

Miliki pesan yang jelas mengenai tujuan, layanan, dan target dari brand-mu. Hal ini bertujuan agar kamu tidak mengalami kebingungan di tengah-tengah proses pembentukan citra diri/bisnis. 

Kemudian, konsistensi adalah nilai penting bila kamu ingin dikenal dan diingat oleh masyarakat. Konsistensi di dunia maya bisa dibentuk dari penggunaan grafik, visual, atau warna yang sama dari setiap konten di-upload

Namun, kamu juga harus memastikan bahwa konsistensi ini sama berlakunya pada lingkungan di luar dunia maya, contoh interaksi pelanggan dan customer service berjalan baik, pengiriman barang sesuai waktu yang dijanjikan, dan sebagainya.

4. Fokus Pada “Kualitas” Dibandingkan “Kuantitas”. 

Media sosial akan selalu berhubungan dengan followers. Pada kasus ini, fokuskan diri untuk menciptakan “kualitas” dibandingkan “kuantitas” followers. 

Artinya adalah banyaknya jumlah pengikut tidaklah penting, tetapi pengikut yang bersedia mengikuti kontenmu dari hari ke hari tanpa paksaan adalah target penting. 

5. Kenali Target Audience 

Membangun citra diri tentu bersentuhan dengan keinginan publik atau masyarakat umum. Tidak semua individu dalam lingkungan masyarakat tersebut bisa menjadi sasaranmu. Perbedaan pemikiran, hobi, ataupun keinginan adalah penyebab utamanya. 

Sebab itulah, mengenali target audience terlebih dahulu merupakan awalan baik. Caranya? Gali informasi mendalam mengenai siapa kamu dan apa yang ingin kamu tampilkan ke publik.

Misalnya saja, bila kamu mengedepankan kegiatan traveling dan semua tampilan media sosialmu juga berhubungan dengan pariwisata, kamu bisa memastikan target dari personal branding-mu adalah komunitas-komunitas traveler. 

Dengan begitu, kamu tetap bisa mencerminkan autentisitas atau jati dirimu sebenarnya tanpa mengesampingkan kepentingan targetmu.

6. Tampilkan Diri Apa Adanya

Proses membangun personal branding tidak akan melelahkan jika apa yang kamu tampilkan ke publik benar-benar menggambarkan siapa dirimu sebenarnya. 

Sebab itu, tak perlu mengonsep nilai-nilai positif apa yang seharusnya kamu tampilkan, tetapi kembangkanlah nilai positif yang telah ada di dalam dirimu. 


Jadi, setelah mengetahui cara membangun personal branding, bagaimana kamu ingin dikenal oleh publik?

Related Posts

Leave a Comment