Home Tanpa Modal Catat! Ini Daftar Lengkap Peer to Peer Lending OJK

Catat! Ini Daftar Lengkap Peer to Peer Lending OJK

by Justin Sutanto
Peer To Peer Lending OJK atau platform layanan P2P lending

Teknologi yang makin canggih membuat proses pinjam-meminjam uang jadi lebih mudah. Alhasil, belakangan sering terdengar istilah seperti fintech P2P lending dan peer to peer lending OJK. Fintech atau financial technology merupakan suatu inovasi teknologi untuk memudahkan layanan jasa keuangan. 

Sementara itu, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan adalah sebuah lembaga independen yang bertugas mengawasi dan berwenang mengatur sektor jasa keuangan di Indonesia. Nah, bagi kamu yang merasa masih awam soal peer to peer lending dan ingin tahu penyelenggara fintech P2P lending mana saja yang sudah terdaftar dan mengantongi izin resmi OJK, simak penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Peer to Peer Lending 

Pengertian Peer to Peer Lending

Bila merujuk pada Peraturan OJK No.77/POJK.01/2016, peer to peer lending adalah sebuah platform berbasis daring yang memberi layanan pinjam-meminjam uang dalam satuan nilai rupiah secara langsung antara lender (pemberi pinjaman) dan borrower (peminjam). 

Di sisi lain, banyak juga yang memaknai P2P lending sebagai metode pemberian pinjaman uang kepada suatu bisnis atau individu atau bisa juga sebaliknya, mengajukan pinjaman dana kepada suatu bisnis atau individu. 

Cara Kerja Peer to Peer Lending 

Cara kerja peer to peer lending

Setelah mengetahui pengertian P2P lending, mari mengenali cara kerja dari sistem pendanaan berikut ini. 

  1. Saat peminjam mengajukan pinjaman dana kepada penyedia layanan peer to peer lending, platform tersebut akan menganalisis dan menilai apakah peminjam layak masuk marketplace mereka. Pada tahap ini, mereka juga akan menentukan tingkat risiko para peminjam.
  2. Apabila peminjam dinyatakan layak mengajukan pinjaman, penyelenggara fintech P2P lending akan menempatkan informasi lengkap seputar profil dan tingkat risiko peminjam pada online marketplace mereka. 
  3. Selanjutnya, investor atau pemberi dana akan menyeleksi para peminjam di marketplace dan memilih mana yang akan menerima pinjaman. 
  4. Borrower wajib mengembalikan dana pinjaman sesuai jangka waktu yang ditetapkan oleh penyedia pinjaman online atau berdasarkan tenor yang peminjam pilih sendiri. 

Peer To Peer Lending OJK 

Berikut kami sertakan daftar peer to peer lending OJK atau platform layanan P2P lending yang sudah resmi terdaftar dan memperoleh sertifikat perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan. 

1. Investree.id 


Startup marketplace lending ini berdiri sejak Oktober 2015 lalu, yang memiliki nama PT Investree Radhika Jaya atau Investree. Sebagai salah satu perusahaan teknologi finansial terkemuka di tanah air, Investree mengklaim telah mencairkan dana pinjaman sebanyak Rp5,9 triliun kepada para anggotanya. 

Selain itu, platform fintech P2P lending besutan Adrian Gunadi ini juga sukses meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Best Fintech Entrepreneur 2017 dari Bank Danamon Indonesia dan nominasi 30 Most Promising Growth-Stage Startups di ajang Forbes Digital Conference 2018. 

2. UangTeman


UangTeman adalah sebuah platform pinjaman online di bawah naungan PT Digital Alpha Indonesia. Penyelenggara fintech P2P lending ini telah menggelontorkan dana pinjaman hingga lebih dari Rp650 miliar sejak berdiri pada 2015 silam. Pun, tercatat ada lebih dari 1 juta orang yang telah mengunduh aplikasi mobile UangTeman di Play Store

Dalam menyalurkan dana pinjamannya, UangTeman juga dikenal sangat selektif sehingga mampu menjaga tingkat kredit macet tetap di bawah rate 3 persen. Karena itu, acceptance rate dari UangTeman tidak pernah sampai 1/4 dari total pengajuan pinjaman per bulan yang masuk ke platform pinjaman online tersebut. 

3. Modalku 


Modalku adalah produk pendanaan digital dari Funding Societies, yang beroperasi di beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Melalui pasar digital mereka, peminjam yang lolos seleksi—yang umumnya berasal dari UMKM berpotensi—dapat mengajukan pinjaman modal usaha hingga lebih dari Rp2 miliar tanpa perlu jaminan. Hingga saat ini, grup Modalku sudah mendanai lebih dari 4 juta pengajuan pinjaman UMKM dengan nilai mencapai Rp22,4 triliun.

4. Pendanaan.com 

Platform pinjaman daring milik PT Pendanaan Teknologi Nusa ini resmi mendapatkan sertifikat perizinan dari OJK pada Oktober 2019 lalu. Kendati demikian, Pendanaan.com sebetulnya telah beroperasi sejak 2016 dan sejauh ini telah mengeluarkan pinjaman lebih dari Rp2,5 triliun. Demi meraih target pasar yang lebih luas, layanan pinjaman mikro ini juga telah mengekspansi pasar fintech India sejak Juli 2019.  

5. Mekar.id 

Mekar.id adalah situs resmi fintech peer to peer lending milik PT Mekar Investama Sampoerna. Bermitra dengan koperasi besar di berbagai pelosok negeri, MEKAR telah menyalurkan dana pinjaman kepada lebih dari 71.000 pelaku usaha kecil. Tersedia pula 2 fitur andalan di platform fintech P2P lending ini, yakni pendanaan jangka panjang dan urun dana (crowdfunding)

6. Crowdo.co.id 

Berada di bawah bendera PT Mediator Komunitas Indonesia, Crowdo telah resmi terdaftar di OJK sebagai platform yang menyediakan jasa peer to business lending. Sejauh ini, Crowdo sudah menggelontorkan dana untuk lebih dari 3.000 proyek usaha, dengan jumlah keanggotaan global mencapai 34.000 member. Pada Desember 2020 lalu, platform P2B lending ini juga mengeluarkan produk pinjaman baru berbasis ESG (Environment, Social, Governance) untuk membantu pertumbuhan UKM di tanah air. 

6. Indodana


Berdiri pada November 2017, Indodana adalah produk fintech lending di bawah naungan PT Artha Dana Teknologi. Layanan P2P lending ini juga telah terdaftar di OJK sejak 2018 lalu. Selain menawarkan fitur pinjaman online, Indodana juga memiliki fitur paylater. Jumlah pinjaman maksimal di layanan pinjol ini sekitar Rp8 juta dengan opsi tenor antara 3 hingga 6 bulan. 

7. Julo 


Julo adalah sebuah platform kredit online di bawah bendera PT Julo Teknologi Finansial. Nasabah Julo bisa memilih tenor jangka pendek dan jangka panjang. Untuk tenor jangka pendek, masa pinjamnya sekitar 30 hari, sedangkan untuk kredit cicilan jangka panjang pilihannya antara 3 hingga 6 bulan. Dari segi kredit, bunga pinjaman Julo juga terbilang cukup rendah, sekitar 10 persen per bulan.

8. Akseleran 


Perusahaan yang bergerak di bidang finance technology peer to peer lending ini telah berdiri sejak Oktober 2017. Resmi terdaftar di OJK pada 2019 lalu, Akseleran pun mengklaim sudah menyalurkan dana pinjaman usaha sebesar Rp2,5 triliun sampai akhir Mei 2021. Sebagian besar dana pinjaman Akseleran masuk ke lima sektor usaha, yaitu retail, oil & gas, coal & related energy, construction, dan business & consumer services. Dalam menyalurkan dana pinjamannya, startup pinjaman online ini juga telah bermitra dengan B2B marketplace seperti Bhineka dan Ralali.

9. AwanTunai

Startup P2P lending ini memiliki target pasar yang cukup unik. AwanTunai justru secara khusus menargetkan para pedagang kelontong sebagai nasabah potensial mereka. Berdiri pada Juni 2017 lalu, perusahaan yang dipimpin oleh Dino Setiawan ini menetapkan plafon kredit senilai Rp4 juta. Jumlah pinjaman tersebut ditentukan sesuai harga smartphone yang kemungkinan masih bisa dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah. 

Sebelum menargetkan toko kelontong, AwanTunai awalnya menggandeng Blue Bird dalam penyaluran kreditnya. Tercatat, saat itu ada sekitar 16.000 pengemudi taksi Blue Bird yang menerima akses kredit dari AwanTunai. 

Demikian ulasan tentang peer to peer lending OJK. Semoga bisa memberi Anda gambaran lebih detail tentang aktivitas pinjaman online berbasis peer to peer lending. Namun yang tidak kalah penting, selalu pastikan bahwa Anda hanya memilih platform fintech P2P lending yang sudah tercatat dan menerima izin resmi dari OJK. 

Baca juga: Ada Bappebti & Kominfo, Ini 6 Aplikasi Cryptocurrency Indonesia

Related Posts

Leave a Comment