Home Pakai Modal Ini Hal yang Wajib Kamu Ketahui tentang YouTube AdSense

Ini Hal yang Wajib Kamu Ketahui tentang YouTube AdSense

by Justin Sutanto

Mau memulai kariermu di YouTube? Ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan memproduksi konten-konten berkualitas? Sayang sekali jika tidak memanfaatkan fitur AdSense dari Google. Saat ini, banyak orang berlomba-lomba menjadi kreator supaya dapat menghasilkan uang lewat YouTube AdSense. AdSense merupakan program periklanan daring yang didirikan pada 4 Maret 2003 oleh Eric Schmidt, CEO sekaligus pemimpin Google. Layanan ini didukung oleh Applied Semantics yang diakuisisi Google pada 23 April 2003. Awalnya, unit AdSense for Content belum mendukung bahasa Indonesia. Namun, memasuki 1 Februari 2012, bahasa Indonesia termasuk dalam unit periklanan konten tersebut. Penasaran bagaimana cara memanfaatkan program ini? Yuk, cermati cara daftar YouTube AdSense disertai langkah-langkah monetisasi berikut!

Baca juga: Facebook Ads 2020, dari Pemula Hingga Menjadi Pakar

Cara Daftar YouTube AdSense


Langkah-langkah cara daftar YouTube AdSense terbilang mudah. Jika sudah siap membuatnya, jangan lupa siapkan akun Google dan konten original terlebih dahulu. Setelah itu, ikuti beberapa tahap berikut:

  1. Buka laman Google AdSense, lalu klik tombol “Mulai”.
  2. Lalu, akan muncul formulir pendaftaran yang harus diisi.
  3. Masukkan alamat saluran YouTube yang akan menjadi tempat penayangan iklan.
  4. Ketikkan alamat surelmu.
  5. Pilih apakah kamu ingin mendapatkan info terbaru terkait AdSense atau tidak.
  6. Berikutnya, tekan “Simpan dan lanjutkan”.
  7. Masuk ke akun Google-mu.
  8. Pilih negara tempatmu tinggal.
  9. Baca dengan teliti Persyaratan dan Kebijakan Adsense, lalu klik untuk menyetujui.
  10. Terakhir, tekan tombol “Buat akun” dan kamu sukses masuk ke akun AdSense!

Syarat Sebelum Monetisasi Konten


Tidak semua kreator konten yang baru berkiprah di YouTube bisa melakukan monetisasi dalam waktu singkat. Ada beberapa persyaratan minimum yang harus dipenuhi, yaitu

1. Akun Terverifikasi

Akun YouTube harus terverifikasi terlebih dahulu, apalagi jika hendak mengunggah video berdurasi panjang. Pertama-tama, buka halaman unggah, lalu klik “Increase your limit”. Selanjutnya, pilih metode verifikasi yang diinginkan, yaitu antara pesan teks dengan pesan suara. Jika kode verifikasi sudah dikirim dan dimasukkan ke formulir, tekan “Submit”. Sudah mendapatkan kalimat “Partner Verified” yang tampil di display? Selamat! Kamu berhasil memverifikasi akun YouTube!

2. Memiliki 1.000 Subscribers

Bagi kreator pemula, mendapatkan 1.000 subscribers tentu saja tidak mudah. Meskipun total pengguna YouTube saat ini mencapai 1,8 milyar, memperoleh penggemar sebanyak itu pastinya menjadi sebuah tantangan. Kamu harus melakukan hal-hal yang cerdik supaya bisa menggaet banyak pelanggan ke saluranmu.

Biasanya kreator akan mengundang atau membagikan info tentang saluran mereka kepada orang-orang terdekat atau media sosial. Namun, cara tersebut tentu saja tidak cukup. Kualitas konten yang dibuat juga harus baik sekaligus menarik. Kamu perlu mengumpulkan ide dan riset sebelum mengunggah sebuah konten. Pastikan konten yang dibuat tidak membuat penonton bosan dan malah menjadikan mereka enggan untuk berlangganan.

Selain itu, konten yang original juga menjadi syarat wajib. Lakukan pembawaan yang menarik atau lengkapi video dengan teknik menyunting unik agar berpotensi menarik minat para penonton. Namun, jangan terpaku dengan kesempurnaan. Lakukanlah yang terbaik dan belajarlah lebih banyak lagi di masa yang akan datang.

3. Jangan Berkomentar Spam

Apakah kamu sering menggunakan akun untuk berkomentar spam? Berhati-hatilah karena aktivitas seperti ini justru akan menghambat persetujuan akun YouTube AdSense. Terlebih, akun YouTube AdSense yang telah diajukan harus ditinjau dahulu oleh tim. Kalau sampai tim YouTube menjumpai adanya aktivitas spam, akunmu akan langsung ditolak. Maka dari itu, usahakan untuk tidak melakukan spamming, ya!

4. Mendapatkan 4.000 Jam Tayang Publik

Saluranmu harus sudah mencapai target 4.000 jam tayang dalam kurun waktu setahun terakhir. Jika belum terpenuhi maka konten tidak bisa dimonetisasi. Perbanyaklah mengunggah konten atau buat video berdurasi panjang. Tetaplah bersabar karena syarat jam tayang ini juga tidak mudah dipenuhi, sama halnya dengan 1.000 subscribers.

Cara Monetisasi YouTube AdSense


Temukan menu monetisasi di dasbor YouTube Creator Studio pada bilah “Other Features”. Setelah itu kamu harus mengikuti tahapan yang ditampilkan di menu tersebut.

1. Setujui Youtube Partner Program

Bacalah ketentuan yang tertera dalam Youtube Partner Program. Apabila sudah paham, centang semua kotak pilihan dan klik “I accept”. Kamu dapat melewatkan pilihan permintaan langganan terhadap info-info terbaru AdSense jika tidak menginginkannya. Selain itu, perlu diingat bahwa melanggar ketentuan yang telah disetujui bisa berakibat buruk pada reputasimu.

2. Hubungkan Akun AdSense dengan Youtube

Jika sebelumnya sudah mengikuti langkah pendaftaran AdSense, tinggal hubungkan dengan akun YouTube. Klik tombol “Start” dan kamu akan dibawa ke sebuah laman untuk menghubungkan kedua akun tersebut.

3. Atur Pilihan Monetasi

Selanjutnya, masuk ke tahap pengaturan posisi iklan yang akan ditampilkan. Posisi iklan akan memengaruhi seberapa besar komisi yang kamu peroleh dari AdSense. Pada opsi “Set monetization preferences”, klik tombol “Start”. Terdapat enam opsi iklan, yakni sponsored cards, skippable video ads, overlay ads, bumper ads, non-skippable video ads, serta display ads.

Sponsored Cards

Kartu bersponsor merupakan jenis iklan terbaru. Iklan ini akan menampakkan sebuah kilasan selama beberapa detik kepada penonton. Kartu bersponsor muncul di sudut kanan atas video. Penonton dapat menutup atau mengekliknya untuk melihat info lebih lanjut terkait iklan tersebut.

Skippable Video Ads

Sering menjumpai iklan yang muncul memenuhi layar saat menonton video? Iklan tipe skippable video ini dapat diletakkan di awal, tengah, maupun akhir konten. Durasi video bermacam-macam, ada yang cuma lima detik dan ada pula yang sampai bermenit-menit. Walau mendapat iklan yang lama, kamu bisa memencet tombol “Lewati” setelah iklan muncul selama lima detik.

Overlay Ads

Ketika memutar video, iklan semitransparan ini akan muncul menutupi sebagian atau 20 persen layar video. Ukurannya antara 728×90 piksel atau 468×60 piksel. Tipe iklan overlay tidak begitu mengganggu karena penonton bisa menutup iklan secara manual.

Non-skippable Video Ads

Kebalikan dari Skippable Video Ads, iklan ini harus ditonton sampai habis terlebih dahulu sebelum pengunjung bisa melihat video yang mereka inginkan. Non-skippable Video Ads berdurasi sekitar 15 hingga 20 detik, tergantung standar masing-masing negara.

Bumper Ads

Bumper Ads hampir mirip dengan Non-skippable Ads, tetapi durasinya berbeda. Iklan ini memiliki durasi maksimal selama 6 detik. Kalau memilih opsi ini, kamu akan menemukan kombinasi dari Skippable Ads dan Bumper Ads.

Display Ads

Terakhir adalah iklan displai yang umumnya muncul di samping kanan layar atau di atas daftar rekomendasi video. Iklan ini hanya bisa dilihat oleh pengguna perangkat desktop. Meski berbentuk video, iklan display tidak bersuara sehingga tak mengganggu pengunjung yang sedang menonton video. Display Ads memiliki ukuran 300×60 piksel.

4. Tinjau Kembali Sesudah Memperoleh 1.000 Subscribers dan 4.000 Jam Tayang

Selanjutnya, tinggal fokus membuat konten berkualitas supaya bisa mencapai syarat minimal jam tayang maupun penggemar. Youtube Partner Program akan mempertimbangkan apakah saluranmu sudah layak atau belum untuk menerima AdSense. Proses ini dapat memakan waktu harian hingga bulanan.


Begitulah cara daftar YouTube AdSense beserta langkah monetisasi yang patut kamu ketahui. Ternyata tidak terlalu ribet, ya? Kalau kamu rajin membuat konten yang berkualitas dan menarik, tak menutup kemungkinan jika nantinya akan menjadi kreator yang sukses serta berpenghasilan tinggi. Semoga info di atas bermanfaat untukmu dan semoga usahamu berhasil, ya!

Baca juga: Cara Mendapatkan Lebih Banyak Viewer di Youtube (2020)

Related Posts

Leave a Comment