Home Tanpa Modal Jangan Cuman Trading! Simak Nih, Apa Itu Teknologi Blockchain

Jangan Cuman Trading! Simak Nih, Apa Itu Teknologi Blockchain

by Justin Sutanto

Berkembangnya pasar mata uang kripto membuat orang mengenal bitcoin, ethereum, dan dogecoin. Informasi tentang hal ini bahkan bisa ditemukan dengan mudah beserta tip dan trik yang dibutuhkan. Tapi, tahukah kamu tentang teknologi blockchain yang ada dibalik mata uang kripto tersebut?

Mengenal Blockchain


Istilah blockchain mungkin sering kita dengar, apalagi jika sedang membaca informasi tentang cryptocurrency. Berasal dari dua kata yaitu “block” dan “chain,” teknologi ini merupakan serangkaian blok yang berisi informasi dan ditemukan pada tahun 1991. Tujuan penemuan teknologi ini adalah untuk memberi timestamp pada dokumen digital.

Pada dasarnya. Blockchain adalah sebuah buku besar digital yang mencatat setiap transaksi secara detail dan tidak bisa diubah. Buku besar ini juga dikendalikan oleh banyak entitas sehingga catatan di dalamnya bersifat permanen dan sulit untuk diretas.

Meskipun telah ada sejak lama, blockchain baru dimanfaatkan secara total pada tahun 2009 ketika Satoshi Nakamoto memperkenalkan bitcoin. Pada saat itu, Nakamoto ingin merekam sistem desentralisasi pada perekaman serta distribusi bitcoin secara publik dan permanen.

Sejak menjalankan fungsi maksimal di balik mata uang kripto yang dikenal sekarang, blockchain telah mencatat setiap transaksi yang ada secara rinci. Istilahnya, dari 21 juta koin yang ada, 18 juta di antaranya telah tercatat dan transaksi yang terlibat juga terekam baik dalam blockchain.

Pada awalnya, blockchain memang dirancang untuk publik dan siapapun dapat mengaksesnya. Tapi beberapa waktu belakangan, blockchain yang mengantongi izin dan dikendalikan oleh kelompok atau perusahaan tertentu muncul. Salah satu blockchain legal adalah yang digagas oleh Nicholas Weaver.

Weaver adalah seorang peneliti senior dari The International Computer Science Institute. Peneliti tersebut menggunakan blockchain untuk mengelola informasi farmasi, melacak pengiriman barang, dan melacak asal muasal makanan. Selain Weaver, adapula Catherine Tucker.

Profesor dari MIT Sloan School of Management itu melihat potensi luar biasa pada blockchain. Inilah mengapa Tucker berpendapat bahwa teknologi ini sangat berguna dalam mengelola cryptocurrency dan melacak data kesehatan ataupun asuransi. Tucker menambahkan, penggunaan teknologi ini seharusnya melalui proses adaptasi.

Bagi Tucker, tanpa adanya adaptasi akan terjadi kesalahan informasi sebab teknologi blockchain yang ada saat ini memiliki sistemnya sendiri.

Mekanisme Pengamanan Blockchain


Salah satu kualitas blockchain yang membuat banyak orang tertarik adalah, terdapat mekanisme pengamanan khas dan belum ditemukan pada teknologi lain. Berikut ulasannya,

1. Nilai Hash

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, setiap blockchain terdiri dari beberapa blok yang menyimpan data. Blok tersebut juga mengandung nilai hash dari blok terkait dan blok sebelumnya. Fungsi utama hash adalah sebagai identifikator uni. Jadi jangan heran apabila hash di setiap blok memiliki nilai berbeda. 

Nilai hash sendiri ditentukan oleh data yang tersimpan. Jadi ketika data di dalam blok berubah, maka nilai hash-nya pun akan berubah. Jika ada yang berubah, berarti terdapat pemalsuan yang dilakukan. Selain karena bersifat permanen, hal tersebut menjadi alasan mengapa data pada blockchain tidak bisa dimanipulasi.

2. Proof of Work

Untuk memperkuat sistem keamanan, selain nilai hash dibutuhkan pula Proof of Work (PoW). Keberadaan mekanisme PoW memungkinkan pembuatan blok baru dilakukan dalam waktu relatif lama. Jadi ketika ada manipulasi yang membutuhkan blok baru, PoW akan memperlambat prosesnya melalui proses perhitungan ulang.

Dalam kasus bitcoin, pembuatan blok baru membutuhkan waktu 10 menit. Jadi bisa dibayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan ketika sebuah blok diganti dan dilakukan perhitungan ulang.

3. Konsensus

Pengelolaan blockchain biasanya tidak dilakukan dalam satu server yang terpusat maupun dalam satu terminal. Biasanya, hal ini dilakukan dengan cara menyebar ke dalam beberapa jaringan peer to peer. Siapa saja dapat bergabung dan memperoleh salinan blockchain lengkap.

Hal tersebut dilakukan agar setiap blockchain bisa terverifikasi. Ketika ada blok baru ditambahkan, secara otomatis informasi akan menyebar ke beberapa terminal agar blok tersebut dapat diverifikasi. Ketika dianggap valid, maka blok tersebut bisa langsung ditambahkan pada blockchain. Proses ini dikenal dengan istilah konsensus. 

Jadi ketika sebuah blok dianggap tidak valid dan ditolak oleh para terminal, maka blok tersebut tidak bisa ditambahkan ke dalam rangkaian yang ada.

Kesimpulan

Hingga saat ini blockchain dianggap sebagai teknologi paling tepat sebagai dasar penerapan bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Seperti yang kita tahu, dunia digital cenderung rentan dan memiliki banyak risiko. Tanpa adanya sistem mumpuni seperti blockchain kualitas yang kita kenal di bitcoin saat ini mungkin tidak akan pernah terwujud.

Bagaimana, apa ulasan tentang teknologi blockchain di atas menarik? Selain seluk beluk bitcoin dan mata uang kripto lain, sebaiknya kita juga mempelajari segala hal tentang blockchain agar lebih memahami mekanismenya. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Jual Motor Dapet Mobil, Ragu Apakah Cryptocurrency Aman?

Related Posts

Leave a Comment