Home Others Konsep Personalized Marketing: Kreasi Inovatif di Dunia Digital

Konsep Personalized Marketing: Kreasi Inovatif di Dunia Digital

by Justin Sutanto
konsep personalized marketing

Kegiatan pemasaran atau marketing semakin memiliki inovasi baru untuk meningkatkan penjualan. Hal tersebut berbanding lurus dengan semakin canggihnya teknologi yang berkembang dan juga digunakan. Mengingat hal tersebut, strategi marketing pun semakin memiliki keragaman, salah satunya adalah konsep personalized marketing yang akan dibahas lengkap dalam artikel ini.

Deskripsi Singkat Personalized Marketing

Personalized marketing atau yang juga dikenal dengan nama one-to-one marketing termasuk ke dalam salah satu strategi pemasaran yang marak digunakan. Hal ini karena di dalamnya terdapat penyesuaian antar brand message dengan individu calon konsumen berlandaskan data. Strategi pemasaran ini pun dinilai sangat berbeda dengan strategi tradisional yang masih secara umum.

Hal yang menjadi fokus dalam strategi pemasaran ini adalah promosi terhadap orang yang menerimanya. Apabila penerima brand message menerima penawaran yang ideal dengan dirinya, maka mereka merasa bahwa penawaran tersebut dibuat khusus untuknya. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan data menjadi peran penting yang perlu dikuasai oleh marketer.

Baca juga: Mengulik Lebih Dalam Konsep Mobile Marketing yang Inovatif

Manfaat Personalized Marketing

Contoh penerapan personalized marketing

1. Pengalaman Konsumen yang Lebih Memuaskan

Semakin besar pengertian yang diberikan oleh suatu perusahaan atau penyedia jasa, maka akan semakin besar pula kepercayaan yang diberikan oleh konsumennya. Hal ini menunjukkan bahwa ketika konsep personalized marketing berhasil diterapkan, maka konsumen pun akan merasa lebih mudah dalam bertransaksi dan bahkan relasi antara produsen dengan konsumen akan semakin erat.

2. Meningkatkan Loyalitas Konsumen

Ketika pelaku usaha membuat para konsumennya merasa senang (atas transaksi yang telah dilakukan), maka tidak menutup kemungkinan bahwa konsumen tersebut akan semakin loyal. Hal inilah yang memberikan potensi bahwa konsumen tersebut akan terus melakukan transaksi dalam pengulangan waktu yang intens. Dengan begitu, kedua belah pihak pun akan sangat diuntungkan.

3. Strategi Paling Efektif

Personalized marketing diklaim sebagai strategi marketing yang paling efektif jika dibandingkan dengan strategi yang lainnya, contohnya pemasaran tradisional. Hal ini karena pemasaran secara tradisional hanya memberikan penawaran secara umum tanpa mempertimbangkan hal-hal khusus terkait dengan konsumen, sehingga cara tersebut dinilai kurang efektif.

Di lain hal, personalized marketing mampu mengarahkan konsumen untuk melangkah lebih jauh sehingga di tahap menyetujui transaksi atau pembelian. Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin memajukan bisnis yang sedang dibangun, gunakanlah konsep dari strategi pemasaran yang satu ini agar bisnismu semakin berkembang.

Penerapan Konsep Personalized Marketing

Untuk melakukan penerapan terhadap konsep strategi marketing yang satu ini, kamu perlu melakukan beberapa cara yang nyata. Simak cara efektif untuk menerapkan strategi personalized marketing di bawah ini.

1. Membentuk Tim untuk Memperluas Langkah

Struktur tim yang ideal untuk menyukseskan langkah ini adalah:

  • Orang yang paham pembaruan teknologi
  • Pakar dalam mengembangkan kasus penggunaan
  • Customer service yang andal dalam menjawab pertanyaan
  • Strategic campaign designers yang sudah berpengalaman terhadap personalized marketing

Akan tetapi, jangan lupa untuk selalu bekerja sama dengan tim yang lainnya agar langkah tersebut dapat mencapai tujuan yang direncanakan. Pastikan pula rancangan kerjanya sudah disiapkan dengan sebaik mungkin agar tidak mengalami kendala yang berarti.

2. Mengumpulkan Informasi Tanpa Mengganggu Privasi Konsumen

Data memang merupakan hal yang diperlukan dalam strategi personalized marketing, tetapi jangan sampai melampaui batas privasi seorang konsumen. Fokuslah mencari data yang berkaitan dengan pengalaman transaksi terbaik seorang konsumen. Hal ini karena seorang konsumen akan sangat menghargai perusahaan yang menghargai privasi konsumennya dan menjelaskan tujuan pemakaian informasi tersebut. 

3. Menggunakan Data untuk Mengelompokkan Konsumen

Jika dirasa sudah cukup dalam proses pengumpulan data, maka kamu dapat melakukan pengelompokan calon konsumen agar lebih mudah. Di antara hal yang menjadi pertimbangan saat proses pengelompokan adalah data demografis, level pengeluaran, ketertarikan pada suatu produk, dan pola pembelian. Pilihlah beberapa di antaranya yang dianggap paling penting.

4. Menentukan Area Personalisasi

Banyak sekali platform yang bisa kamu gunakan untuk menerapkan strategi personalized marketing. Di antaranya adalah remarketing ads, landing pages, dan automated emails. Pilihlah platform yang sesuai dengan kebutuhan dan banyak digunakan oleh calon konsumen. Dengan memanfaatkannya, maka kamu berpotensi mendapatkan penghasilan yang optimal.

Tantangan dalam Penerapan Konsep Personalized Marketing

Sama dengan strategi yang lainnya, strategi marketing yang satu ini tentunya memiliki tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usahanya. Di antara  tantangan yang dihadapi adalah:

  • Mengumpulkan data konsumen harus menggunakan tools yang tepat
  • Area pembelian calon konsumen sangat luas
  • Area pertimbangan yang masih luas

Tantangan tersebut dinilai penting untuk diperhatikan. Hal ini karena calon konsumen memiliki berbagai area produk yang dapat dikelompokkan. Misalnya, ada beberapa produk yang diminati, disukai, yang sudah dibeli, dan juga yang sekadar dicari. Jika penggunaan tools tidak tepat dalam memahaminya, maka strategi pemasaran yang digunakan dikhawatirkan tidak sesuai dengan keadaan konsumen.

Itulah pemaparan singkat mengenai konsep personalized marketing yang bisa kamu lakukan dalam menjalani usaha. Perhatikan beberapa poin penting di atas untuk dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan. Jangan lupa untuk mempertimbangkan hal-hal kecil lainnya agar strategi pemasaran dapat diterapkan dengan lancar. 

Related Posts

Leave a Comment