Home Tanpa Modal Membangun Portofolio Desain Grafis yang Datangkan Klien

Membangun Portofolio Desain Grafis yang Datangkan Klien

by Justin Sutanto

Desain grafis  dikenal sebagai desain komunikasi visual dengan mengkombinasikan ilustrasi, fotografi, tipografi, dan cetak. Sebagai commercial art, desain Grafis merupakan seni rupa yang dipadukan dengan komunikasi untuk keperluan bisnis. Nah, jika Anda seorang desain grafis yang sedang merintis karier, baca artikel ini selengkapnya agar dapat memulai karier dan  membangun  portofolio desain grafis yang mampu mendatangkan klien.

Baca juga: Kian Banyak Dicari! Inilah Prospek Desainer Grafis di Era Digital

Menjadi Seorang  Desain Grafis


Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menjadi seorang desain grafis? Nah, berikut ini langkah-langkah persiapan menjadi seorang desain grafis bagi seorang Newbie

1. Menentukan Konsep Desain

Tentukan tipe desain yang akan dibuat terkait tema dan tipe desain.

2. Mempersiapkan Wireframe

Kerangka desain yang berbentuk file mentah berguna untuk memudahkan pembuatan desain. Sesuaikan kerangka dengan keinginan dan kebutuhan klien.

3. Membuat Guideline

Guideline yang berisi jenis dan ukuran font, kode warna, ikon, dan lainnya bisa menjadi patokan Anda sebagai desainer pemula.

4. Membuat Desain Utuh (Mock Up)

Setelah itu, dilanjutkan dengan membuat Mock Up atau desain utuh. Gunakan Wireframe dan guideline yang berguna sebagai acuan dalam mendesain.

Di tahap ini desain dapat dipresentasikan pada klien. Bila ada revisi Anda harus bisa mengubahnya. 

Tips Membangun Portofolio Desain Grafis yang Datangkan Klien


Nah, selanjutnya jika Anda ingin fokus berkarir di bidang desain grafis, Anda harus  memiliki porfolio desain grafis  yang bagus. 

Tujuannya tentu agar Anda bisa mendapatkan klien besar baik dalam maupun luar negeri. Berikut ini tips-tips jitu yang perlu Anda terapkan:

1. Pilih Konten Terbaik

Tujuan Anda mengunggah konten adalah menarik hati klien. Calon klien akan tertarik pada konten terbaik yang bisa mewakili skill Anda secara keseluruhan. Jadi, jika ada karya yang Anda unggah bukan yang terbaik pastikan untuk menghapusnya.

2. Fokus pada Skill 

Anda wajib untuk fokus dan konsisten membangun portofolio dalam bidang desain logo dengan menampilkan ciri khas yang Anda miliki. 

Tampilkan hal spesifik yang mudah diingat dan menjadi ciri serta hal yang mampu membedakan Anda dari desainer lainnya.

Dengan demikian, jika ada klien yang sedang mencari seorang desainer grafis berkualitas, dapat segera menghubungi Anda tanpa perlu merasa ragu.

3. Portofolio yang Mengikat

Jika Anda seorang agency atau freelancer yang menggarap banyak proyek , unggah semua proyek yang Anda kerjakan. Jangan hanya fokus di satu proyek saja, tetapi utamakan mengunggah proyek yang mengikat  satu sama lain. 

Jika ingin mengunggah beragam proyek yang telah Anda kerjakan, gunakan  warna solid yang sama. Dengan demikian, karya yang Anda unggah dapat mencirikan diri Anda sebagai seorang desainer grafis berkualitas.

Jadi, pandai-pandailah mengemas semua portofolio yang Anda miliki, sehingga terlihat lebih menyatu dan mencirikan brand Anda sebagai seorang desainer.

4.Desain Memakai Resolusi yang Tinggi

Setiap gambar  yang Anda unggah, tampilkan dengan resolusi tinggi agar dapat membuat nyaman setiap orang yang melihatnya. Namun, jangan lupa setiap gambar tersebut dikompresi  memakai Photoshop agar tidak terlalu berat. Gunakan fitur save for web untuk mengunggah gambar-gambar tersebut di situs Anda.

5. Jika Anda Seorang Newbie, Gunakan “Proyek Palsu

Jika Anda belum memiliki satu proyek pun atau seorang Newbie, gunakan “proyek palsu“. ‘Proyek palsu’ adalah versi redesign dari versi yang sudah ada atau sering disebut dengan unofficial logo.

Sebagai contoh Anda bisa mengambil logo dari aplikasi yang sudah ada seperti Facebook, Air Asia, atau Instagram yang fitur-fiturnya bisa Anda tambahkan atau kurangi sebagai studi kasus. 

Jika karya redesign Anda berkualitas  dan dapat menutupi kelemahan dari desain yang sudah ada, bisa jadi target klien akan menghubungi Anda.

6. Manfaatkan Platform Digital Gratis

Gunakan platform seperti Twitter atau Instagram yang bisa Anda manfaatkan untuk ajang show off.  Platform ini dapat dipakai sebagai tempat portofolio yang konsisten untuk mendatangkan klien.

Nah, berhubung sudah banyak desainer grafis berkualitas yang mengunggah hasil karya mereka di platform tersebut, pastikan Anda mengunggah portofolio berkualitas secara konsisten. 

Dengan demikian, Anda bisa tampil lebih baik dibandingkan desainer berkelas lainnya yang juga telah mengunggah karya terbaik mereka di platform tersebut.

7. Buat Situs Portofolio Anda sendiri

Dengan memiliki situs sendiri, Anda bisa lebih bebas berekspresi membuat berbagai jenis desain. 

Untuk menambah kepercayaan calon klien, masukkan juga testimoni klien-klien Anda sebelumnya. Jadi, dapatkan atensi dari calon klien dengan beragam portofolio Anda.

  • Gunakan trik agar klien mengunjungi situs Anda dengan mencantumkan link situs resmi Anda di mana pun misal di platform gratis dan di CV Anda. 
  • Buat blog sendiri agar target klien bisa membaca portofolio Anda secara langsung dan memesannya. 
  • Isi blog dengan artikel tentang alasan perusahaan membutuhkan desain logo dan akhiri dengan CTA (Call to Action). 
  • Tambahkan kontak Anda agar target klien mudah menghubungi Anda.

Nah, itulah 7 tips tentang cara membangun portofolio desain grafis. Portofolio yang bisa mendatangkan klien ini sangat penting Anda bangun, terutama jika Anda seorang desain grafis freelance. Nah, Anda siap membangun portofolio yang berkualitas sekarang?

Related Posts

Leave a Comment