Home Pakai Modal Mengenal Lebih Jauh tentang Influencer Marketing

Mengenal Lebih Jauh tentang Influencer Marketing

by Justin Sutanto

Selama satu dekade terakhir kita sudah menyaksikan sendiri bagaimana media sosial tumbuh menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan kita. Berdasarkan laporan We Are Social tahun 2020, jumlah total pengguna media sosial di seluruh dunia mencapai 4,14 miliar. Dengan pengguna yang sangat banyak ini, kehadiran teknik pemasaran lewat influencer atau disebut juga influencer marketing dapat menjadi sarana berpromosi yang ampuh bagi banyak bisnis.

Baca juga: Dapat Uang dari Internet, Ini Dia Cara Jadi Influencer

Apa Itu Influencer Marketing?


Influencer media sosial sendiri adalah orang-orang yang sudah membangun reputasi karena pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki pada topik tertentu. Mereka umumnya membuat konten rutin terkait topik tersebut melalui media sosial yang mereka pilih. Dari postingan mereka inilah terjaring banyak pengikut.

Banyak pebisnis mempertimbangkan untuk berpromosi dengan menggunakan strategi influencer marketing untuk mempromosikan produk mereka karena berbagai alasan. Pertama, influencer memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keputusan pembelian dari para pengikutnya karena otoritas, pengetahuan, posisi atau hubungan mereka dengan audiensnya.

Kedua, influencer bukan hanya menjadi alat pemasaran melainkan aset dalam membangun hubungan sosial dengan para pengikutnya. Artinya ketika sebuah brand melakukan kolaborasi dengan seorang influencer, secara otomatis brand tersebut juga menjalin hubungan sosial dengan para audiensnya. Ini adalah cara yang disebut dengan influencer marketing.

Jenis Influencer

Kita bisa mengelompokkan jenis-jenis influencer ke dalam berbagai kategori. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan melihat jumlah pengikut, jenis konten yang disajikan serta seberapa besar cakupan pengaruh mereka. Anda juga bisa mengelompokkan influencer ke dalam kategori jenis niche yang mereka sajikan.

Setiap kelompok influencer ini tentu memiliki peran yang berbeda-beda dalam pemasaran, tergantung pada konteksnya. Misalnya saja, influencer A dengan jumlah pengikut yang lebih sedikit mungkin terlihat kurang berpengaruh dibanding B yang selebritis dan punya jumlah pengikut banyak. Namun ketika bicara mengenai konteks X, ternyata A memiliki pengetahuan yang lebih mendalam dibanding A. Nah untuk produk yang berhubungan dengan konteks X, influencer A terbukti lebih berpengaruh.

Meski A termasuk ke dalam influencer mikro atau bahkan nano, namun influencer seperti mereka ini justru bisa memberikan dampak yang luar biasa pada niche yang mereka sajikan. Bagi perusahaan yang menargetkan produk yang berhubungan dengan X, A mungkin akan memberikan dampak yang lebih signifikan.

1. Berdasarkan Jumlah Pengikutnya

Berdasarkan jumlah pengikut, influencer dibagi ke dalam 3 kategori yakni:

A. Mega Influencer

Mega influencer adalah mereka yang memilih jumlah pengikut yang banyak dengan pertumbuhan yang signifikan. Meski tidak ada angka khusus yang ditetapkan, namun mega influencer umumnya memiliki jumlah pengikut di atas satu juta. Contoh mega influencer yang paling umum adalah selebritis kelas atas. Kebanyakan brand yang menggunakan mereka untuk promosi adalah perusahaan-perusahaan besar.

B. Makro Influencer

Anda bisa memasukkan influencer dengan jumlah pengikut antara 40.000 sampai kurang dari 1 juta ke dalam kelompok makro influencer. Ada dua kelompok makro influencer yang sering kita temukan yakni selebritis kelas B yang popularitasnya biasa saja atau mereka yang memiliki pengetahuan di bidang tertentu dan terkenal di media sosial.

C. Mikro Influencer

Mikro influencer adalah orang biasa yang dikenal karena pengetahuan yang mereka miliki di beberapa niche. Karena itu mereka umumnya memiliki banyak pengikut yang merupakan orang-orang yang tertarik pada niche tersebut. Mikro influencer umumnya memiliki jumlah pengikut antara 1.000 sampai 40.000 dalam satu media sosial yang mereka miliki.

Namun jumlah pengikut bukan satu-satunya hal yang menunjukkan tingkat pengaruh mereka tapi hubungan dan interaksi yang dimiliki oleh mikro influencer dengan pengikutnya adalah hal yang sangat penting dijadikan pertimbangan. Terutama bagi perusahaan yang memiliki niche serupa dengan sang mikro influencer.

D. Nano Influencer

Nano influencer memang tidak memiliki pengikut sebanyak kelompok influencer lainnya. Tapi mereka adalah orang-orang yang ahli pada bidang tertentu yang jarang dikuasai oleh orang lain. Meskipun tidak begitu menarik bagi brandbrand dengan target yang umum, namun bagi perusahaan yang memiliki niche sama, nano influencer bisa memberikan dampak yang sangat besar.

2. Berdasarkan Jenis Konten

Selain dari jumlah pengikutnya, influencer juga bisa dikelompokkan berdasarkan jenis konten yang mereka sajikan. Mereka adalah:

A. Blogger

Blogger dan influencer di media sosial memiliki hubungan yang sangat otentik dan aktif dengan para pengikutnya. Tak heran jika banyak brand yang mulai mempertimbangkan mereka sebagai mitra untuk memasarkan produk. Ketika seorang blogger menuliskan secara spesifik mengenai produk Anda dalam salah satu postingannya, ini bisa mendatangkan jumlah pembeli yang cukup besar, tergantung niche apa yang mereka sajikan.

B. Youtubers

Selama beberapa tahun terakhir, pengaruh influencer dari Youtube semakin meningkat. Ini karena konten di dalamnya disajikan dengan lebih menarik yakni dengan menggunakan video. Kebanyakan brand akan menggunakan akun Youtube yang dimiliki oleh influencer untuk berpromosi.

C. Podcasters

Selain melalui tulisan dan video, banyak orang yang lebih suka terhubung dengan influencer yang mereka sukai melalui suara. Ini adalah salah satu alasan kenapa podcast tumbuh semakin besar selama beberapa tahun terakhir. Dengan banyaknya influencer yang terlahir dari podcast, kesempatan berpromosi melalui kanal ini juga semakin besar.

Baca juga: Mudah dan Praktis! Cara Membuat Podcast Melalui Smartphone

D. Media Sosial

Hampir semua influencer termasuk blogger, Youtuber dan podcaster yang juga memiliki akun media sosial untuk mempromosikan konten baru mereka. Namun tidak sedikit juga influencer yang lahir dari postingan media sosial saja. Salah satu media sosial yang sukses melahirkan banyak influencer adalah Instagram.

3. Berdasarkan Tingkat Pengaruhnya

Setiap jenis dan kelompok influencer memiliki tingkat pengaruh yang berbeda-beda. Ini juga menjadi pertimbangan penting bagi sebuah brand sebelum melakukan kerja sama pemasaran. Berdasarkan tingkat pengaruhnya, ada 2 jenis influencer yaitu:

A. Selebritis

Selebritis bisa dikatakan sebagai influencer yang sesungguhnya. Tak heran jika banyak brand melakukan kerja sama berupa endorsement dengan mereka untuk meningkatkan penjualan. Karena tarif kerja sama yang cukup tinggi, kebanyakan hanya perusahaan besar yang menggunakan mereka untuk promosi.

B. Key Opinion Leader

Selain karena popularitas, pengaruh seseorang juga dilihat dari seberapa besar ucapan akan didengarkan oleh orang lain, terutama dalam bidang-bidang tertentu. Contoh key opinion leader antara lain adalah jurnalis, dosen, pakar di bidang industri atau penasehat pada bidang tertentu.

Manfaat Pemasaran dengan Menggunakan Jasa Influencer bagi Pelaku Bisnis


Jika Anda memiliki bisnis yang sedang dirintis dan memerlukan strategi pemasaran yang mumpuni, menggunakan jasa influencer bisa jadi cara yang ampuh. Ada beberapa manfaat teknik marketing semacam ini bagi para pemilik bisnis antara lain adalah:

1. Menjangkau Lebih Banyak Calon Pembeli

Ini sudah dibuktikan sendiri oleh banyak brand di Indonesia bahkan dunia. Menawarkan kerjasama endorsement dengan tokoh terkenal yang sesuai dengan niche Anda berpotensi menjaring pengikut mereka menjadi pelanggan Anda juga.

2. Meningkatkan Kredibilitas Merek

Bayangkan ketika seorang influencer dengan jumlah pengikut banyak menyebut produk Anda adalah produk yang bagus. Ini tentu akan meningkatkan kepercayaan orang banyak terhadap produk Anda. Ketika kredibilitas naik, penjualan juga pasti akan naik.

3. Meningkatkan Popularitas Merek

Hal yang sama juga berlaku untuk merek. Ada banyak sekali contoh yang bisa kita temukan ketika selebritis A menggunakan merek Z, banyak penggemarnya yang akan mulai mengenal merek Z dan memakainya juga. Ini tentu akan menjadi strategi pemasaran yang sangat menguntungkan bagi pemilik bisnis

4. Mendorong Penjualan

Ketika Anda berhasil menjangkau lebih banyak audiens dan mengalami peningkatan kredibilitas serta popularitas, bisa dipastikan penjualan juga akan mengalami peningkatan. Anda bisa mendapatkan semua ini dengan memilih influencer yang tepat.

Menggunakan influencer marketing mungkin belum menjadi prioritas bagi banyak brand. Tapi dengan beragam keuntungan di atas, tak ada salahnya untuk mencoba juga. Bukankah begitu?

Related Posts

Leave a Comment