Home Tanpa Modal Passive Income Aset Crypto, Minim Risiko? Nih, Staking Crypto!

Passive Income Aset Crypto, Minim Risiko? Nih, Staking Crypto!

by Justin Sutanto

ika dulu investasi dalam bentuk properti dan tanah menjadi primadona, di era digital seperti saat ini banyak anak muda yang lebih tertarik mendapatkan passive income dari cryptocurrency. Hal tersebut tidak lepas dari pengaruh para influencer, termasuk salah satunya Elon Musk, pemilik perusahaan otomotif Tesla. Nah, saat ini ada strategi baru yang diyakini dapat meningkatkan potensi investasi cryptocurrency dan minim risiko. Strategi tersebut dikenal dengan staking crypto atau crypto staking. Dalam praktiknya, strategi ini memanfaatkan algoritma PoS atau proof of stake.

Untuk lebih memahami hal ini, berikut ulasan tentang salah strategi yang menurut banyak orang mampu memberi keuntungan cukup menggiurkan tersebut.

Baca juga: Dapat Uang Tambahan Cuma-Cuma? Kenali Faucet Crypto!

Mengenal Crypto Staking


Pada dasarnya crypto staking merupakan aktivitas yang memungkinkan pemilik mata uang kripto untuk mendapatkan uang dengan cara memvalidasi setiap transaksi pada sistem blockchain. Agar aktivitas ini dianggap sah, pemilik mata uang kripto harus mengunci asetnya di dalam digital wallet terlebih dahulu.

Sebagaimana yang sempat disebutkan di atas, aktivitas ini memanfaatkan algoritma PoS. Berdasarkan algoritma ini, seseorang bisa menambang aset kripto sesuai dengan jumlah yang dikunci. Artinya, semakin banyak cryptocurrency di wallet kita, semakin tinggi pula daya tawar (stake) yang dimiliki.

Sederhananya, aktivitas crypto staking memungkinkan kita mendapatkan passive income dari aset yang dimiliki tanpa terpapar risiko sebagaimana ketika melakukan trading biasa. Inilah mengapa banyak yang memilih strategi ini untuk mendulang banyak keuntungan dari mata uang kripto. 

Tapi meskipun aman, bukan berarti tidak ada risiko sama sekali dalam aktivitas ini. Karena bagaimanapun juga, objek investasi adalah aset mata uang kripto dengan nilai fluktuatif. Artinya, pemilik mata uang ini masih memiliki risiko perubahan harga yang sulit diprediksi.

Apalagi di lapangan ada banyak kasus yang menjadikan aktivitas crypto staking sebagai kesempatan untuk melakukan penipuan dengan cara menawarkan jasa staking. Inilah mengapa sebelum memahami secara maksimal dan tahu triknya, sebaiknya kamu tidak mencoba strategi ini terlebih dahulu.

Macam-Macam Sarana Crypto Staking

Salah satu hal yang membuat banyak orang tertarik adalah, crypto staking dapat dilakukan dengan berbagai media Jadi meskipun tidak terlalu memahaminya, kamu bisa tetap melakukan strategi ini dengan memilih platform yang tepat. Berikut ulasan beberapa sarana crypto staking, di antaranya:

1. Platform Exchange Aset Kripto

Platform ini termasuk umum dan sering digunakan untuk melakukan crypto staking. Pada platform ini, pengguna dapat menerapkan strategi staking menggunakan algoritma PoS yang lain seperti ethereum, tezos, algorand, ataupun icon. Platform ini biasanya digunakan oleh mereka yang biasa mendiversifikasi aset menganggur (idle).

2. Dompet Pribadi

Selain platform exchange, kamu juga bisa memanfaatkan personal wallet untuk mendulang keuntungan dari crypto staking. Tapi ketika melakukan ini, pastikan asetmu dikunci dalam jangka waktu tertentu sebab ketika aset dipindah sebelum periode berakhir, maka keuntungan dari strategi ini akan hilang begitu saja.

3. Platform Jasa Staking

Maraknya memiliki mata uang kripto yang melakukan staking crypto membuka peluang usaha untuk orang lain dengan cara menyediakan jasa staking. Tapi ketika menggunakan jasa ini, pastikan yang dipilih cukup terpercaya dan memiliki rekam jejak profesional. 

Sebagaimana yang sempat disinggung di atas, banyak orang yang melakukan penipuan dengan menawarkan jasa ini tetapi akhirnya justru menguras aset kripto yang kita miliki. Jika menggunakan platform ini, sekian persen dari keuntungan staking biasanya diambil sebagai fee.

4. Platform DeFi

Platform Decentralized Financed atau DeFi merupakan aplikasi aset yang memanfaatkan sistem blockchain ethereum. Dalam praktiknya, DeFi bertindak sebagai jasa keuangan dengan kegiatan pinjam meminjam. Untuk memanfaatkan platform ini, kita butuh membuka rekening di DeFi

Nantinya ketika melakukan staking, DeFi akan meminjamkan sejumlah kripto dan pengguna akan mendapatkan keuntungan dari “bunga” kripto yang dipinjamkan. Selain aktivitas pinjam meminjam, DeFi juga bisa bertindak sebagai manajemen investasi konvensional.

Kesimpulan

Saat ini, crypto staking dianggap sebagai salah satu strategi untuk mendulang keuntungan paling aman. Apalagi jika kita memanfaatkan platform seperti DeFi. Hal ini bisa dilihat dari total value kripto tahun 2020 – 2021. Aktivitas di DeFi menunjukkan, bahwa aset mata uang kripto mengalami kenaikan lebih dari 500%. Menarik bukan?

Hal penting untuk digarisbawahi adalah, crypto staking bukan tanpa risiko. Aktivitas ini masih memiliki risiko meskipun jauh lebih sedikit dibanding strategi cryptocurrency lainnya. Kembali lagi, jika siap terjun di dunia mata uang kripto kita juga harus mau belajar setiap hal yang ada di dalamnya, termasuk manajemen risiko. Untuk beberapa tahun ke depan, cryptocurrency sepertinya masih menjadi primadona. Jadi jangan ragu untuk berinvestasi dengan mata uang ini dan menerapkan strategi staking yang menguntungkan. Itulah ulasan tentang staking crypto dan hal lain yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Kerja Sambil Mining BTC? Cobain deh Platform CryptoTab Ini!

Related Posts

Leave a Comment