Home Pakai Modal Saham Blue Chip, Investasi Aman Menjanjikan untuk Pemula

Saham Blue Chip, Investasi Aman Menjanjikan untuk Pemula

by Justin Sutanto

Apakah Anda tertarik untuk memulai investasi, tetapi bingung menentukan jenis investasi paling tepat dan minim risiko? Sebenarnya, cukup banyak investasi yang dapat Anda pilih, mulai dari asuransi, reksa dana, deposito, properti, saham hingga logam mulia. Namun, investasi saham Blue Chip sangat direkomendasikan bagi para pemula.

Baca juga: Awas Rugi! 10 Tips Investasi Crypto yang Harus Kamu Tau!

Apa Itu Saham Blue Chip?


Istilah Blue Chip mulanya berawal dari permainan poker yang digunakan oleh Oliver Gingold sebagai terminologi saham unggulan dalam pasar modal. Blue Chip sendiri merupakan saham terbaik yang dimiliki oleh perusahaan dengan rekam jejak dan konsistensi mumpuni. Biasanya saham yang masuk kategori Blue Chip sudah terdaftar selama minimal lima tahun di Burse Efek Indonesia (BEI) dan memiliki likuiditas baik. 

A. Keuntungan dan Risiko 

Blue Chip merupakan investasi jangka panjang yang cenderung stabil dan cepat pulih ketika pergerakan pasar tidak menentu sehingga tingkat risikonya lebih terkendali. Jenis investasi ini juga memiliki kinerja fundamental baik dan dikelola oleh para profesional di bidangnya. 

Umumnya, tingkat risiko likuiditas saham yang masuk kategori Blue Chip cukup kecil dibandingkan saham kapitalisasi kecil. Pembagian dividen tergolong besar dan dilakukan setiap triwulan, semester, dan tahunan.

Sebagai contoh, investor melakukan pembelian saham UNVR sejak tahun 2003 sebesar Rp12.000.000,00 hingga tahun 2018 secara konsisten bisa menghasilkan keuntungan mencapai 1.1 miliar.

Kendati menawarkan keuntungan tinggi, investasi saham juga berisiko tinggi lantaran cukup banyak faktor pengaruh harga saham baik jangka pendek maupun jangka panjang, seperti suhu politik dan kebijakan moneter. 

Dibutuhkan modal yang tak sedikit lantaran harga sahamnya tergolong tinggi. Anda juga harus ekstra bersabar untuk mendapatkan hasil, mengingat pergerakan harga saham cukup lambat. 

Seluruh risiko tersebut dapat diminimalisasi dengan cara menempatkan investasi di sejumlah instrumen lain, menyediakan dana yang tidak digunakan selama jangka panjang (lima tahun ke atas), mempelajari investasi saham, dan memantau laporan keuangan perusahaan sekuritas secara berkala.

B. Tata Cara Pembelian 

Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi, berikut tata cara pembelian saham Blue Chip.

  • Buka rekening saham di perusahaan sekuritas atau broker yang tercatat sebagai Anggota Bursa di BEI.
  • Buka Rekening Dana Nasabah (RDN) di bank dan Rekening Saham di perusahaan sekuritas atau broker.
  • Sebelum memulai transaksi perdagangan saham, setor dana ke Rekening Dana Nasabah lebih dulu. 
  • Lakukan order pembelian atau order penjualan saham Blue Chip melalui aplikasi perdagangan saham sesuai tempat pembukaan rekening saham.

Daftar Saham Kategori Blue Chip Terbaik 


Bagi pemula, sebaiknya memilih saham yang kinerjanya konsisten untuk meminimalisasi risiko kerugian. Adapun sejumlah pilihan paling direkomendasikan, antara lain sebagai berikut.

1. BBCA 

Bank BCA merupakan salah satu saham berkapitalisasi besar yang mampu menghasilkan keuntungan terbaik bagi pemegang saham. Dari segi kualitas pinjaman dan profitability, pengelolaan Bank BCA sangat efisien. 

Keunggulan BBCA:

  • Dikelola dengan hati-hati dan efisien.
  • Pertumbuhan kredit konsisten dengan aset di atas 100 T.
  • Return on Assets (ROA) tertinggi dengan tingkat kredit macet terendah di antara bank sekelasnya.
  • Kinerja manajemen sangat profesional. Hal ini terlihat dari indikator kinerja keuangan dan internal yang baik serta menunjukkan kaderisasi yang kuat dan terencana.

2. UNVR 

Unilever tercatat sebagai perusahaan barang konsumsi terbesar di Indonesia yang memiliki sejumlah merek terkenal, seperti Molto, Royco, Rexona, Pepsodent, dan Lifebuoy. Dengan kekuatan merek ditunjang penguasaan pasar yang apik, Unilever sukses menjadi perusahaan dengan kinerja keuangan paling efisien.

Keunggulan UNVR:

  • Setiap tahun Return on Equity (REO) Unilever selalu di atas 100%.
  • Keuntungan selalu meningkat setiap tahun. 
  • Keuntungan dibagikan sebagai dividen ke seluruh pemegang saham.
  • Pendapatan perusahaan lebih besar berkali lipat dari aset perusahaan.

3. BBRI 

BRI merupakan salah satu bank milik negara dengan profit terbesar yang berfokus pada kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Berusia lebih dari seratus tahun membuat BRI memiliki kemampuan manajemen UMKM yang mumpuni.

Keunggulan BBRI:

  • Pertumbuhan kredit paling konsisten dan tinggi di antara bank sekelas serta industri.
  • Margin profit tinggi. Hal ini tampak jelas dari hasil Net Interest Margin (NIM) BRI yang berada di urutan tertinggi di antara bank sekelas lainnya.
  • BRI memiliki kekuatan manajemen kredit yang sangat kuat sehingga sulit dikalahkan kompetitor lain.

4. TLKM 

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar yang dikenal seluruh masyarakat. 

Keunggulan TLKM:

  • Produk telekomunikasi yang ditawarkan oleh Telkom sangat bervariasi sehingga mampu menjaring pelanggan hingga pelosok.
  • Telkom tergolong rajin membagikan deviden pada pemegang saham.
  • Profit margin Telkom tertinggi di antara perusahaan telekomunikasi lainnya.

5. ICBP 

PT Indofood CBP Sukses Makmur merupakan produsen aneka jenis makanan dan minuman yang dimiliki oleh Salim Group. Salah satu produksi Indofood yang sukses mendunia adalah Indomie.

Keunggulan ICBP:

  • Pertumbuhan penghasilan dan laba selalu meningkat secara konsisten seiring peningkatan pertumbuhan pasar.
  • Return on Equity (REO) dan Return on Assets (ROA) tinggi.
  • Rutin membagikan deviden pada pemegang saham.

Demikianlah informasi singkat mengenai saham Blue Chip yang dapat Anda jadikan sebagai pembelajaran. Sudah siap untuk memulai investasi?

Related Posts

Leave a Comment