Home Others Serupa tapi Tak Sama: Beda UI UX designer, Kamu Wajib Tahu!

Serupa tapi Tak Sama: Beda UI UX designer, Kamu Wajib Tahu!

by Justin Sutanto
Contoh lingkup pengerjaan proyek yang dilakukan seorang UI UX designer

Bagi kamu yang penasaran seperti apa perbedaan UI UX designer, kamu mengunjungi laman yang tepat! Sebab, artikel ini akan membahas mengenai detail pekerjaan dua profesi yang punya nama mirip ini. Kira-kira, apa perbedaan yang mendasar dari UI dan UX designer, ya?

Definisi UI UX designer

Mungkin sebagian dari kamu penasaran, sebenarnya apa sih makna UI dan UX dari profesi ini? Ternyata, UI merupakan singkatan dari User Interface, sedangkan UX adalah singkatan User Experience

Lantas, profesi apa sebenarnya User Interface designer? UI designer merupakan sebuah profesi desainer yang fokus pada tampilan antarmuka suatu aplikasi atau website. Tujuannya adalah untuk membuat tampilan yang lebih nyaman bagi pengguna aplikasi/website tersebut.

Lalu, apa yang dimaksud dengan User Experience designer? User Experience designer merupakan sebuah profesi desainer yang memiliki fokus kerja untuk mempermudah pengguna dalam mengoperasikan aplikasi/website, menggunakan fitur-fiturnya, dan memperoleh manfaat dari produk yang dimaksud.

Perbedaan Mendasar UI dan UX designer

Dalam membuat desain sebuah aplikasi atau website, UI UX designer harus melakukan kerjanya secara sinergis. Artinya, dua profesi ini harus bekerja sama untuk meningkatkan ketertarikan dan kebermanfaatan dari desain aplikasi/website tersebut. 

Berdasarkan definisi di atas, kamu tahu bahwa dua profesi desainer ini bekerja pada satu produk yang sama—namun dengan tujuan berbeda. 

Job description UI designer akan lebih fokus pada tampilan dari sebuah aplikasi/website, sedangkan detail job UX designer lebih terarah pada meningkatkan value produk yang sudah didesain oleh UI designer. Tujuannya agar pengguna bisa merasakan kemudahan akses dan kebermanfaatan aplikasi atau website.

Dalam membuat sebuah desain, UI dan UX designer juga perlu memperhatikan order dari klien juga. Lalu, para desainer inilah yang bertugas mengembangkan ide klien tersebut. 

Bagaimana Prospek Kerja UI dan UX designer?

Dilansir dari Kompas, dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, profesi ini tergolong pekerjaan yang memiliki jumlah pembukaan kerja tertinggi. Menariknya, peminat terbesar dari profesi ini adalah kalangan generasi Z—yang notabene menjadi generasi dengan tingkat penguasaan teknologi yang mumpuni.

Selain karena pesatnya perkembangan teknologi yang mendukung pesatnya pembukaan kerja UI UX designer, generasi Z juga berminat dengan profesi ini karena work-life balance yang bisa dikatakan seimbang.

Tingginya tingkat penawaran kerja untuk profesi UI dan UX designer ini juga disebabkan karena makin banyak perusahaan yang go online

Tak hanya untuk mengenalkan usaha mereka ke publik, dengan go online, perusahaan bisa menjangkau lebih banyak target pasar. Apalagi jika dikombinasikan dengan ‘mengenalkan diri’ melalui media sosial, perusahaan bisa menggaet minat publik lebih cepat.

Akan tetapi, apa seorang UI atau UX designer harus kerja di perusahaan? Tidak harus, kok! Sebab, saat ini juga banyak UI/UX designer yang bekerja secara freelance

Nah, buat kamu yang ingin jam kerja yang bebas dan bisa menentukan proyek apa yang kamu pilih, kamu bisa jadi freelance di bidang ini. Bayarannya juga lumayan besar untuk satu kali proyeknya. Penasaran berapa besar bayaran yang akan kamu dapat? Kamu bisa coba cek situs marketplace untuk freelance seperti Fiverr, Freelancer, atau Upwork.

Sebagai contoh, salah satu ‘pelapak’ di Fiverr menawarkan jasa UX designer seharga 75 dolar Amerika untuk kategori standar. Sedangkan untuk kategori layanan premium, pembeli jasa wajib bayar 990 dolar Amerika, atau sekitar 14 juta rupiah. Jumlah yang cukup menggiurkan, bukan?

Skill Apa yang Wajib Dikuasai UI dan UX designer?

Perbincangan mengenai UI UX designer tentu tak akan lengkap tanpa mengetahui skill apa saja yang diperlukan oleh para UI dan UX designer. Ternyata, UI dan UX designer perlu memiliki softskill yang serupa, sedangkan untuk hardskill, ada sedikit perbedaan di antara keduanya. 

1. Softskill 

Softskill pertama yang dibutuhkan para UI dan UX designer adalah skill komunikasi yang baik. Sebab, sebagai UI/UX designer, kamu wajib memberitahu desain yang kamu rencanakan berikut penjelasan mengapa elemen tersebut diperlukan dalam desain tersebut.

Selain itu, baik UI maupun UX designer wajib mampu bekerja sama secara tim. Sebab, profesi desainer ini diharuskan bekerja sama untuk menyelesaikan sebuah proyek. Tak hanya itu, mereka harus mengkomunikasikan desain yang mereka buat kepada klien dan atasan mereka. 

2. Hardskill

Sebagai desainer, UI UX designer perlu memiliki penguasaan praktik yang baik pada aplikasi desain, prototyping, dan wireframing. Skill komunikasi visual yang baik dalam membuat representasi ide tim melalui gambar juga dibutuhkan dalam menjalani pekerjaan sebagai seorang UI dan UX designer.

Tak hanya skill tersebut yang harus dikuasai oleh profesi ini, kemampuan untuk riset pun dibutuhkan untuk mengetahui desain seperti apa yang cocok dengan keinginan klien. Selain itu, UI/UX writing skill pun diharapkan sebagai kemampuan tambahan yang wajib dimiliki para pelaku profesi ini.

Nah, itulah beberapa informasi penting yang perlu kamu tahu tentang profesi UI UX designer. Berminat jadi UI/UX designer? Siapkan skillmu dulu, ya! Jika kamu tertarik menjadi UI atau UX designer, kamu bisa mempelajarinya dengan menempuh jalur pendidikan formal tertentu, atau melalui kursus online

Related Posts

Leave a Comment